Tablig, Haji Wada dan Hak Azasi Manusia

Secara etimologis kata tablig berasal dari kata dalam bahasa Arab balaga- kata kerja masa lalu (fi’il madhi) yang secara harfiah berarti ‘telah menyampikan’. Mengenai cara, metode atau media, para ahli sepakat tidak harus dalam bentuk verbal tetapi dapat dalam bentuk lainnya termasuk tulisan, perbuatan, sikap, serta contoh prilaku sehari-hari orang yang menyampaikan (mubalig). Yang diperdebatkan para ahli adalah cakupan materi tablig. Tulisan pendek INI membahas topik ini berdasarkan pembelajaran dari khutbah historis haji wada’.