Peristiwa Penting 2017: Refleksi Akhir Tahun

Tahun 2017 segera berlalu dan Tahun Baru 2018 hampir tiba. Semua berharap tahun baru membawa harapan baru, tentunya ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertanyannya, apakah harapan semacam ini realistis? Pada tataran individual, jawabannya seyogyanya positif: harapan hari-esok yang lebih baik perlu dirawat agar tetap “tampak” realistis. Pada tataran global, sayangnya kita perlu mengakui bahwa jawabannya cenderung negatif. Jawaban ini logis berdasarkan fakta dari sejumlah peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2017.

Sukar bagi kita untuk mengabaikan fakta berbagai bencana yang terjadi pada tahun ini, bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Mengenai yang pertama sebut saja Badai Harvei yang yang menyerang wilayah metropolitan Houston (Amerika Serikat) pada minggu ke-4 Agustus[1]. Mengenai yang kedua, dapat diambil contoh kasus peristiwa “pembersihan etnis” (istilah yang diberikan oleh PBB) melalui suatu operasi militer pada 25 Agustus yang menargetkan Muslim Rohingya di Myanmar[2].

Kasus Rohingya merupakan contoh kasus pindah paksa (forced displacement) yang menurut UNHCR, secara global, mengambil korban sekitar 65,6 juta orang pada akhir tahun 2016 (angka 2017 belum tersedia tetapi patut diduga tidak banyak berkurang). Angka itu lebih besar dari pada populasi Inggris dan secara rata-rata berarti 20 orang diusir dari rumah mereka setiap menit, atau seorang setiap tiga detik. Bagi Filippo Grandi (UNHCR), “Dalam ukuran apa pun angka ini tidak dapat diterima” dan untuk menyelesaikannya perlu determinasi dan keberanian, bukan takut: “For a world in conflict, what is needed is determination and courage, not fear[3]

Jika bencana alam seperti Badai Harvei boleh dikatakan sebagai manifestasi “kehendak Tuhan”, maka kasus seperti pindah paksa jelas “buatan manusia” (man-made). Kenapa manusia melakukannya? Jawaban singkatnya, karena kebodohan, dalam berbagai tingkat dan bentuknya. Einstein mungkin benar ketika mengatakan bahwa kebodohan manusia itu tidak terhingga: “Only two things are infinite, the universe and human stupidity, and I’m not sure about the former” (“Hanya dua hal yang tak-terhigga, alam raya dan kebodohan manusia, dan saya tidak yakin mengenai yang pertama”) [4].

Kita dapat membuat daftar panjang peristiwa sepanjang tahun 2017. Walaupun demikian, kita dapat menyederhanakanna dengan memilih kasus yang secara umum dinilai memiliki signifikansi kemanusiaan dan merefleksikan suasana batin global. Daftar peristiwa selektif semacam ini dapat dilihat, misalnya, dalam daftar yang dikompilasi oleh Wikipedia[5].

Urutan pertama dalam kompilasi Wikipedia adalah demonstrasi Women’s March besar-besaran pada 21 Januari 2017 sebagai tanggapan atas peresmian Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Demonstrasi ini dilaporkan melibatkan jutaan orang (sebagian besar perempuan), dan berlangsung tidak hanya di AS tetapi juga di negara lain. Para demonstran menolak Presiden sebagian karena dianggap kurang hormat terhadap perempuan, rasialist, agresif, kurang akomodatif, tidak presidential, dan dituduh cenderung pada kebijakan yang kontroversial.

Tuduhan para demonstran kebijakan kontroversial belakangan terbukti sebagaimana terlihat dari beberapa peristiwa berikut:

6 April – Militer A.S. meluncurkan rudal jelajah Tomahawk di sebuah pangkalan udara di Suriah yang oleh Rusia digambarkan sebagai “agresi”;

13 April – Dalam serangan udara AS menjatuhkan senjata non-nuklir terbesar di dunia, di sebuah markas ISIL di Afghanistan.

1 Juni – A.S. mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari Paris Climate Agreement pada waktunya.

12 Oktober – AS menarik diri dari UNESCO yang segera diikuti oleh Israel.

6 Desember – AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Semua peristiwa ini tercantum dalam daftar yang dikompilasi oleh Wikipedia. Selain itu, daftar ini mencantumkan juga peristiwa lain termasuk ujicoba nuklir Korea Utara (Februari), kelaparan di di Yaman, Somalia, Sudan Selatan dan Nigeria (Maret), dan keptusan Dewan Keamanan PBB untuk memberikan sangsi tambahan kepada Korea Utara (Desember). Tabel 1 berikut menyajikan daftar yang dimaksud.

Berdasarkan daftar itu sukar bagi kita untuk berharap banyak bahwa 2018 akan lebih baik dari 2017. Daftar itu justru mengisyaratkan beratnya tantangan bagi masyarakat global di tahun depan, tanpa harus berharap terlalu banyak pada inisiatif dan kepemimpinan Administrasi Trump. Walaupun demikian kita tampaknya perlu menyetujui pendapat Grandi bahwa dunia dalam “keadaan perang” dan yang kita butuhkan bukan rasa takut, tetapi determinasi dan keberanian. Selain unsur determinasi dan keberanian, mungkin kita dapat tambahkan unsur sabar, unsur yang konon menjadi “rahasia” kemenangan Barca terhadap Madrid dalam pertandingan klasik baru-baru ini. Sebagai catatan, istilah sabar dalam konteks ini mengambil definisi Fulton J. Sheen[6]:

Patience is power

Patience is not an absence of action;

rather it is “timing”

it waits on the right time to act,

for the right principles

and in the right way.

Wallhu’alam….@

Tabel 1: Peristiwa Penting Tahun 2017
Bulan Peristiwa
Januari 21 Januari – Jutaan orang di seluruh dunia bergabung dalam demonstrasi Women’s March sebagai tanggapan atas peresmian Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada hari itu dilaporkan 420 gelombang protes di A.S dan diikuti di 168 di negara lain sehingga tercatat sebagai hari demonstrasi terbesar dalam sejarah Amerika, bahkan secara global dalam sejarah baru-baru ini.
Februari 11 Februari – Korea Utara mengundang kecaman internasional karena melakukan uji coba menembakkan rudal balistik yang melintasi Laut Jepang.
Maret 10 Maret – PBB memperingatkan bahwa dunia menghadapi krisis kemanusiaan terbesar sejak Perang Dunia II terkait dengan risiko kelaparan bagi 20 juta orang lebih di Yaman, Somalia, Sudan Selatan dan Nigeria.

29 Maret – Inggris memulai Negosiasi Brexit untuk meninggalkan Uni Eropa.

30 Maret – SpaceX melakukan penerbangan-ulang roket kelas orbital pertama di dunia.

April 6 April – Menanggapi dugaan serangan senjata kimia di sebuah kota yang dikuasai pemberontak, militer A.S. meluncurkan rudal jelajah Tomahawk di sebuah pangkalan udara di Suriah. Rusia menggambarkan tindakan itu sebagai “agresi”, dan menambahkan bahwa hal itu secara signifikan merusak hubungan A.S.-Rusia.

13 April – Dalam serangan udara Nangarhar tahun 2017, AS menjatuhkan MOU GBU-43 / B, senjata non-nuklir terbesar di dunia, di sebuah markas ISIL di Afghanistan.

May 12 Mei – Komputer di seluruh dunia terkena serangan cyber ransomware skala besar yang menyerang setidaknya 150 negara.

22 Mei – Suatu erangan bom teroris di sebuah konser Ariana Grande di Manchester, Inggris, membunuh 22 orang dan melukai lebih dari 500 orang.

Juni 1 Juni – Di tengah kritik luas, A.S. mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari Paris Climate Agreement pada waktunya.

7 Juni – Dua serangan teroris bersamaan dilakukan oleh lima teroris milik Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) melawan gedung Parlemen Iran dan Mausoleum Ruhollah Khomeini, keduanya di Teheran, Iran, menyebabkan 17 warga sipil tewas dan 43 luka. Ini menjadi serangan ISIL pertama di Iran.

10 Juni – Expo Dunia 2017 dibuka di Astana, Kazakhstan.

12 Juni – Mahasiswa Amerika Otto Warmbier kembali ke rumah dalam keadaan koma setelah menghabiskan 17 bulan di sebuah penjara Korea Utara dan meninggal seminggu kemudian.

18 Juni – Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menembakkan enam rudal balistik mid-range permukaan ke darat dari basis domestik yang menargetkan pasukan ISIL di Provinsi Deir ez-Zor Suriah sebagai tanggapan atas serangan teroris di Teheran awal bulan itu.

21 Juni – Masjid Agung al-Nuri di Mosul, Irak, hancur oleh Negara Islam Irak dan Levant.

25 Juni – Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan Yaman mengalami lebih dari 200.000 kasus kolera.

27 Juni – Serangkaian serangan cyber yang menggunakan malware Petya dimulai, mempengaruhi organisasi-organisasi di Ukraina.

Juli 4 Juli – Rusia dan China mendesak Korea Utara untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya setelah berhasil menguji rudal balistik antarbenua pertamanya.

7 Juli – Perjanjian Larangan Senjata Nuklir dipilih oleh 122 dari 193 negara anggota PBB.

10 Juli – Perang Sipil Irak (2014-sekarang): Mosul dinyatakan sepenuhnya dibebaskan dari Negara Islam Irak dan Levant.

Agustus 5 Agustus – Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui sanksi baru terhadap perdagangan dan investasi Korea Utara.

17 Agustus – Observasi pertama dari tabrakan dua bintang neutron (GW170817) dipuji sebagai terobosan dalam astronomi multi-messenger   ketika gelombang gravitasi dan elektromagnetik dari peristiwa tersebut terdeteksi. Data dari acara tersebut memberikan bukti konfirmasi untuk teori proses-r asal mengenai unsur-unsur berat seperti emas.

21 Agustus – Gerhana matahari total (dijuluki “The Great American Eclipse”) terlihat di dalam suatu band di seluruh Amerika Serikat yang bersebelahan, melintas dari Pasifik ke pantai Atlantik.

25 Agustus – masih berlangsung – Suatu operasi militer yang menargetkan Muslim Rohingya di Myanmar “tampaknya merupakan contoh buku teks tentang pembersihan etnis”, menurut Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

25-30 Agustus – Badai Harvey menyerang Amerika Serikat sebagai topan Kategori 4, yang menyebabkan kerusakan parah pada wilayah metropolitan Houston, sebagian besar karena banjir yang memecahkan rekor. Sedikitnya 90 kematian dicatat, dan kerusakan total mencapai $ 198,6 miliar (2017 USD), menjadikan Harvey sebagai bencana alam paling mahal dalam sejarah Amerika Serikat.

September 1 September – Presiden Rusia Vladimir Putin mengusir 755 diplomat sebagai tanggapan atas sanksi Amerika Serikat.

3 September – Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat.

6-10 September – Karibia dan Amerika Serikat diserang oleh Badai Irma, badai Kategori 5 yang merupakan badai terkuat yang tercatat di cekungan Atlantik di luar Karibia dan Teluk Meksiko. Badai menyebabkan setidaknya 134 kematian dan setidaknya $ 63 miliar (2017 USD) dalam kerusakan.

13 September – Komite Olimpiade Internasional memberi penghargaan kepada Paris dan Los Angeles untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2024 dan 2028.

15 September – Cassini-Huygens mengakhiri misi 13 tahunnya dengan terjun ke Saturnus, menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang memasuki atmosfer planet ini.

19 September – Sebelas hari setelah gempa dahsyat yang dahsyat, dan pada hari ulang tahun ke-32 dari gempa yang mematikan pada tahun 1985 di Kota Meksiko, sebuah gempa Mw 7.1 menyerang Meksiko tengah, menewaskan lebih dari 350 orang dan menyebabkan sampai 6.000 orang terluka. dan menyebabkan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.

19-20 September – Hanya dua minggu setelah Badai Irma menyerang Karibia, Badai Maria menyerang daerah serupa, membuat pendaratan di Dominika sebagai topan Kategori 5, dan Puerto Riko sebagai topan Kategori 4. Maria menyebabkan setidaknya 94 kematian dan kerusakan diperkirakan mencapai $ 103 miliar (2017 USD).

25 September – Kurdistan Irak memberikan suara dalam suatu referendum untuk menjadi negara merdeka, yang bertentangan dengan Irak; pada tanggal 15 Oktober, krisis tersebut meningkat menjadi konflik bersenjata singkat mengenai wilayah-wilayah yang disengketakan.

Oktober 1 Oktober – Lima puluh delapan orang terbunuh dan 546 lainnya cedera saat Stephen Paddock menembaki kerumunan di Las Vegas, melebihi serangan klub malam tahun 2016 di Orlando sebagai pemotretan paling mematikan yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata tunggal dalam sejarah A.S.

12 Oktober – Amerika Serikat mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari UNESCO, dan segera diikuti oleh Israel.

14 Oktober – Sebuah ledakan besar yang disebabkan oleh pemboman truk di Mogadishu, Somalia membunuh setidaknya 512 orang dan melukai 316 lainnya.

17 Oktober – Perang Sipil Suriah: Raqqa dinyatakan sepenuhnya dibebaskan dari Negara Islam Irak dan Levant.

25 Oktober – Pada Kongres Nasional Partai Komunis China ke-19, Xi Jinping menganggap masa jabatan keduanya sebagai Sekretaris Jenderal (pemimpin penting China), dan teori politik Xi Jinping Thought ditulis dalam konstitusi partai.

27 Oktober – Catalonia menyatakan kemerdekaan dari Spanyol, namun Republik Catalan tidak diakui oleh pemerintah Spanyol atau negara berdaulat lainnya.

November 2 November – Spesies baru orangutan diidentifikasi di Indonesia, menjadi spesies orangutan ketiga yang dikenal sebagai kera besar pertama yang dideskripsikan selama hampir satu abad.

3 November – Perang saudara Suriah: Deir ez-Zor di Suriah dan Al-Qa’im di Irak dinyatakan dibebaskan dari ISIL pada hari yang sama.

5 November – Surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung menerbitkan 13,4 juta dokumen yang bocor dari firma hukum lepas pantai Appleby, bersama dengan pendaftar bisnis di 19 yurisdiksi pajak yang mengungkapkan kegiatan keuangan luar negeri atas nama politisi, selebriti, raksasa perusahaan dan pemimpin bisnis. Surat kabar tersebut membagikan dokumen-dokumen tersebut dengan Konsorsium Investigasi Internasional dan memintanya untuk memimpin penyelidikan tersebut.

12 November – Sebuah gempa berkekuatan 7,3 skala Richter menyerang wilayah perbatasan antara Irak dan Iran yang menyebabkan sedikitnya 530 orang tewas dan lebih dari 70.000 orang kehilangan tempat tinggal.

15 November – Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ditempatkan di bawah tahanan rumah, saat militer menguasai negara tersebut. Dia mengundurkan diri enam hari kemudian setelah 37 tahun memerintah.

Lukisan Leonardo da Vinci, Salvator Mundi, dijual seharga US $ 450 juta di Christie’s di New York, harga rekor baru untuk karya seni apapun.

20 November – Alam menerbitkan sebuah artikel yang mengenali asteroid kecepatan tinggi’Oumuamua yang berasal dari luar tata surya yaitu objek antar bintang pertama yang diketahui.

22 November – Pengadilan Internasional menemukan Ratko Mladić bersalah melakukan genosida yang dilakukan di Srebrenica selama Perang Bosnia 1990-an, pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

24 November – Sebuah serangan masjid di Sinai, Mesir membunuh 305 pemuja dan menyebabkan ratusan lainnya terluka.

Desember 5 Desember – Rusia dilarang mengikuti Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang oleh Komite Olimpiade Internasional, menyusul suatu penyelidikan mengenai doping yang disponsori negara.

6 Desember – Amerika Serikat secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

9 Desember – Militer Irak mengumumkan pihaknya telah “membebaskan sepenuhnya” seluruh wilayah Irak dari “gerombolan teroris ISIS” dan merebut kembali kendali penuh atas perbatasan Irak-Suriah.

14 Desember – Walt Disney Company mengumumkan akan mengakuisisi sebagian besar 21st Century Fox, termasuk studio film 20th Century Fox, seharga $ 66 miliar.

22 Desember – Dewan Keamanan PBB memberikan suara 15-0 untuk mendukung sanksi tambahan terhadap Korea Utara, termasuk langkah-langkah untuk memangkas impor minyak bumi hingga 90%.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/2017

 

Sumber: Google

 

[1] Lihat https://uzairsuhaimi.blog/2017/09/02/badai-harvey/

[2] Lihat https://uzairsuhaimi.blog/2017/09/17/rohingya/

[3] http://www.unhcr.org/afr/news/stories/2017/6/5941561f4/forced-displacement-worldwide-its-highest-decades.html

[4] http://www.azquotes.com/quote/87292

[5] https://en.wikipedia.org/wiki/2017

[6] Google.

 

Mengenal Jalan Cinta

Menurut Ibnu ‘Arabi, jalan menuju Tuhan adalah jalan cinta (the path of love). Dasar pemikiran Syech Akbar ini adalah hadits qudsi (firman-Nya yang dinarasikan oleh Rasul SAW): “Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan”. Menurut beliau, semua yang indah di dunia ini bersifat kuasi-surgawi karena merupakan pantulan atau refleksi buram dari keindahan-Nya. Sebagai ilustrasi, ahli surga akan mengenali buah-buahan di sana berdasarkan pengenalan buah-buahan serupa di bumi. Mengenai hal ini, teks suci berikut dapat dijadikan rujukan:

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu”. Mereka telah diberi buahan-buahan yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya (Al-Baqarah:25) [1].

Apa hubungan antara keindahan dengan cinta? Jawaban singkatnya: cinta adalah respon positif dan alamiah terhadap keindahan serta keinginan untuk bersatu dengan subyek yang memiliki keindahan itu.

Kita dapat saja berpendapat ungkapan Syech ini mengenai “Jalan Cinta” ini berlebihan karena kita mengenal banyak jalan menuju Tuhan dilihat dari segi penekanan: “Jalan Taat” (dengan mengikuti perintah-Nya), “Jalan Takut” (dengan tidak melanggar hudud atau batas aturan-Nya), “Jalan Taqwa” (dengan berhati-hati dalam bertindak karena konsekuensi yang menakutkan di akhirat), dan sebagainya. Walaupun demikian perlu dicatat bahwa bagi beliau, semua jalan ini sejalan, sesuai dengan perintah agama, dan menuntut kekuatan kehendak untuk berserah diri atau ber-Islam[2]. Baginya, ragam jalan ini menunjukkan bahwa agama memfasilitasi semua orang –dengan ragam kecenderungan pribadi, mentalitas, kapasitas intelektual– untuk memperoleh keselamatan hakiki dunia-akhirat (salvation) dan merupakan tujuan ultim dari semu ajaran agama.

Beberapa karakteristik “Jalan Cinta” bisa disisipkan di sini: (1) ia lebih bertumpu bukan pada kekuatan inteligensi (intelligence) maupun kehendak (the will), tetapi pada kekuatan hati (heart, qalb) yang digambarkan oleh suatu hadits qudsi memiliki kapasitas luar biasa: alam jangan raya tidak dapat menampung-Nya kecuai hati manusia; (2) ia lebih beroreintasi ke dalam (inward) dari pada ke luar (outward); dan (3) ia sangat concern terhadap aspek batiniah dari amaliah ibadah; dalam jalan ini upaya untuk memurnikan niat atau khusyu’ dalam salat fardhu, misalnya, dinilai lebih utama dari pada memperbanyak salat sunah (tanpa khusyu’).

“Jalan Cinta” inilah yang yang konon ditempuh oleh kalangan Sufi, kaum elit yang tidak sabar untuk “bertemu” Tuhan sekarang ini, di dunia ini, bukan (hanya) di akhirat kelak. Berbeda dengan kebanyakan kita, mereka memiliki kemampuan melihat secara transparan hubungan antara keindahan, kebaikan dan kebahagiaan. Bagi mereka, keindahan-Nya berasal dari kualitas ke_Tak-Terhingaan-Nya (Infinitude) yang bertepatan dengan Kebahagiaan ilahiah (the divine Bliss). Bagi mereka Tuhan lebih dilihat sebagai Indah, Cinta, Kebaikan dan Kedamaian; dengan kualitas-kualitas inilah Dia merasuki seluruh jagat raya. Apa yang mereka maksudkan sebagai Kebaikan? Ia tidak lain dari pada pancaran atau radiasi yang murah hati dari yang Indah. Bedanya, Kebaikan berorientasi ke dalam (inward), sementara Keindahan berorientasi ke luar (outward).

Apa relevansinya dengan hidup kita? Bagi Schuon (2002:94)[3] tugas hidup kita adalah berupaya agar senantiasa terhubung dengan Kebenaran-Kebaikan-Keindahan sebagaimana yang dirumuskan olehnya secara padat: “Mengetahui yang Benar, menghendaki Kebaikan dan mencintai yang Indah”  (To know the Truth, to will the Goodness and to love Beauty). Bagi Schuon, sejatinya, fungsi inteligensi adalah mengetahui yang Benar (Truth), fungsi kehendak adalah menghendaki Kebaikan (Goodness) dan fungsi hati mencintai yang Indah (Beauty). Tanpa masing-masing fungsi itu, inteligensi, kehendak dan hati, nothing. Sebagai penutup dapat dikemukakan bahwa “Jalan Cinta”– karena potensinya dalam memperlihatkan postur Islam yang indah, toleran dan damai– perlu digalakkan oleh para da’i kita di kalangan internal Umat Islam yang menurut Kitab Suci-Nya merupakan umat terbaik (Al-‘Imran:110). Wallâhu’alam …..@

Sumber: Google, Al-Hadid (16), Karya Kaligrafer Badawi-al-Dirani

[1] Dengan mengambil analogi buahan-buahan, kecantikan bidadari di “dunia-atas-sana” mungkin dapat kita kenali berdasarkan persepsi kita mengenai kecantikan wanita di “dunia-bawah-sini”. Bedanya, yang kedua ini bersifat temporal, sementara yang pertama abadi alias muda terus: “Mereka dikelilingi oleh dua anak (bidadari/bidadara) yang selalu muda ….” (Al-Waqî’ah:17). Wallahu’alam.

[2] Pembagian jalan ini hanya untuk keperluan analisis karena masing-masing jalan ini tidak saling meniadakan (mutually exclusive). “Jalan Taqwa”, misalnya, mustahil ditempuh tanpa “Jalan Taat” dan “Jalan Takut” sekaligus. “Jalan Cinta” tidak bertentangan dengan dua jalan lainnya melainkan memperkuat. Dengan mengambil analogi tiga pilar Dien Islam (sesuai Hadits Jibril), “Jalan Cinta” dapat dikatakan lebih bersandar pada Pilar Ihsan yang tidak bertentangan melainkan memperkokoh secara kualitatif dua pilar lainnya; yaitu Pilar Iman dan Pilar Islam. Tulisan singkat mengenai Ihsan dapat diakses melalui: https://uzairsuhaimi.blog/2009/10/31/ihsan/.

[3] Schuon (2002, Roots of the Human Condition, World Wisdom, Inc.

 

Karakteristik Rasul SAW dalam Terang Al-Qur’an

Al-Qur’an menyebut Rasul SAW sebagai manusia biasa (fully human), status yang justru memungkinkan beliau memainkan peran role model secara sempurna bagi Umat kebanyakan. Dalam memainkan peran itu beliau menekankan prinsip keseimbangan, keadilan dan manusiawi sehingga Umat dapat mempraktekkan ajaran agama dalam dunia nyata yang penuh ketidaksempurnaan ini. Yang perlu dicatat, karakteristasi manusia biasa perlu disandingkan dengan karakterisasi lain yang juga dinisbahkan oleh Al-Qur’an kepada nabi terakhir yang sangat mencintai dan dicintai umatnya.

Bukan orang suci

Salah satu alasan kenapa Agama Islam kurang diterima oleh masyarakat Barat yang mayoritas Nasrani, konon, karena pembawa risalahnya, Rasul SAW, dianggap sebagai seorang manusia biasa, dalam arti bukan orang suci serta memiliki kebiasaan serta perilaku manusia biasa pada umumnya. Mereka juga menilai Rasul SAW tidak memiliki mu’jizat sebanyak dan sehebat pembawa misi agama samawi sebelumnya yaitu Isa Ibn Maryam AS.

Pernyataan bahwa Rasul SAW itu manusia biasa sejalan dengan salah satu nash (ayat Al-Qur’an): “Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu…”” (Al-Kahf: 110). Gambaran ini sangat berbeda dengan gelar yang dinisbahkan kepada Isa RA: “firman (kalimah), “terkemuka” (wajiihan) dan “dekat” (muqarrabin) (Al-‘Imran:49). Walaupun demikian, dengan gelar itu Al-Qur’an tetap mengakategorikan Isa AS sebagai manusia biasa yang diciptakan dari tanah sebagaimana halnya Adam AS (Al-‘Imran:59).

Teladan terbaik

Status manusia biasa sebenarnya tidak berkonotasi negatif seperti yang mungkin diduga. Status itu justru sesuai dengan kedudukan Rasul SAW sebagai teladan terbaik (uswatun hasanah) dalam arti realistis serta dapat diteladani, bukan model ideal di atas langit-langit imajinasi tanpa kemungkinan diterapkan dalam dunia fana yang serba tidak sempurna ini: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat” (Al-Ahzab:21). Apa yang perlu dilakukan jika berharap bertemu dengan Rabb? Berikut ini disajikan terjemahan nash yang relevan serta layak dicermati:

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa”. Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah di mengerjakan kebajikan dan janganlah mempesekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepadanya (Al-Kahf:110).

Kutipan di atas mengandung paling tidak dua pesan pokok: (1) inti ajaran Islam adalah tauhid; ajaran lainnya dapat dilihat sebagai cara lain untuk mengekspresikan dan merealisasikan kebenaran metafisis yang terkandung dalam ajaran tahuid ini, dan (2) jalan utama (principal means) untuk memperoleh keselamatan dunia-akhirat adalah upaya dan tanggung-jawab pribadi untuk mengerjakan kebajikan dan bertauhid, bukan melalui campur tangan makhluk lain, termasuk “juru selamat”. Butir kedua ini menggambarkan unsur “upaya” yang dituntut dari sisi manusia dan sama-sekali tidak menegasikan arti penting uluran rahmat dari yang Maha Pemurah untuk memperoleh keselamatan sejati.

Praktek Keagamaan

Praktek kegamaan yang didemonstrasikan Rasul SAW pada dasarnya dapat diteladani oleh Umat kebanyakan karena dalam menjalan misi kerasulan beliau menekankan pendekatan seimbang, “adil” dan manusiawi:

  • Seimbang (moderat, jalan tengah, tidak eksrim): seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat; antara tali Allah (hablun minallah) dan tali manusia (hablun minannaas); antara kepentingan lahiriah dan batiniah, antara hak dan kewajiban; dan antara kepentingan individu dan masyarakat.
  • Adil (memberikan “hak” pada apa dan siapa pun secara proporsional): menganjurkan salat malam tetapi tanpa megabaikan “hak” mata untuk tidur dan badan untuk istirahat; sehari “lapar” (agar mampu bersabar), sehari “kenyang” (agar bersyukur); memenuhi Hak Allah tetapi juga Hak Adami (sesama); dan menuntut hak dari istri/suami tetapi juga memenuhi kewajiban bagi mereka.
  • Manusiawi (mengakomodasi kebutuhan dasar manusia): “memerintahkan” makan-minum tetapi tidak berlebihan, mengakui dan mengatur pemenuhan kebutuhan seksual; “memerintahkan” berpakaian indah dan menganjurkan menggunakan wewangian ketika berada di sekitar masjid atau ruang publik untuk perkumpulan sosial.

Penekanan pada aspek keseimbangan, keadilan dan manusiawi tentu saja sangat sesuai bagi mayoritas Umat. Hanya saja dalam hal ini perlu dicatat bahwa terkadang beliau memberikan keteladanan khusus, dengan cara khusus, bagi para sahabat yang memiliki bakat dan kemampuan spiritual khusus, termasuk kelompok elitis yang memiliki minat rendah terhadap gemerlap duniawi.

Salawat

Ayat Al-Kahf (110) yang menegaskan bahwa Rasul SAW manusia biasa dikenal luas di kalangan internal Umat sehingga dapat mencegah Umat tergelincir dalam kemusyrikan. Walaupun demikian, hal ini tidak mencegah penghormatan Umat kepada beliau yang diekspresikan dalam berbagai cara. Pada tingkat negara, banyak negara Islam yang menjadikan hari-H kelahirannya sebagai hari libur nasional. Pada tingkat masyarakat, penghormatan kepada beliau terlihat dari banyaknya ragam karya sastra yang bernuansa salawat termasuk Barzanzi[1] dan Burdah[2]. Karya semacam ini—masing-masing berisi sejarah (shirah) Rasul SAW serta slawat atau pujian kepadanya– dikenal luas di kalangan internal Umat di seluruh dunia.

Karya seni suara bernuansa salawat sampai kini terus berkembang. Karya AR Rahman[3] seperti “Marhaba Ya Mustafa”, misalnya, sangat populer; tampilannya dalam Youtube dikunjungi jutaan pengunjung. Karyanya yang lain, “Kun Fa Yakun”, juga sangat populer bahkan di kalangan kelompok paduan sura dari sekolah dan perguruan tinggi non-muslim di banyak negara-negara Barat. Selain karya AR Rahman, karya Maher Zain[4] dengan nuansa serupa juga populer khsusunya di kalangan generasi muda.

Karya seni suara bernuansa salawat yang mungkin paling monumental adalah Salawat Tahrim yang dibawakan oleh Syech Mahmud Al Husairi[5] dan biasa dikumandangkan di Masjid Istiqlal menjelang salat lima waktu. Untuk mengapresiai keindahan dan kedalaman maknanya, berikut disajikan terjemahan salawat itu:

Salawat dan salam semoga tercurah kepadamu

Wahai pemimpin para pejuang, Ya Rasulullah

Salawat dan salam semoga tercurah kepadamu

Wahai makhluk Allah terbaik

Salawat dan salam semoga tercurah kepadamu

Wahai penolong kebenaran, Ya Rasulullah

Salawat dan salam semoga tercurah kepadamu

Wahai yang memperjalankanmu di malah hari; Dialah yang melindungi

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia lain tidur

Semua penghuni langit melakukan salat di belakagmu dan engkau menjadi imam

Engkau diberangkatkan ke Sidrtaul muntaha karena kemuliaanmu dan engkau mendengar ucapan salam atasmu

Wahai yang paling mulia akhlaknya, Ya Rasulullah

Salawat dan salam semoga tercurah kepadamu, keluargamu, dan sahabatmu, semua.

Karakteristik Rasul SAW

Ragam salawat yang yang diproduksi Umat dapat dilihat sebagai produk budaya yang dipicu oleh kecintaan mereka kepada Rasul SAW. Kenapa mereka mencintai Rasul SAW? Karana mereka mengetahui dan merasakan kecintaan beliau kepada mereka. Banyak ayat Al-Qur’an yang “menegur” beliau semata-mata karena beliau mengeskpresikan kecintaannya kepada Umat yang dinilai Rabb-nya berlebihan, termasuk kepada yang menentang ajarannya secara sengit (lihat, misalnya, At-Taubah 128).

Produk budaya yang mengekspresikan kecintaan Umat kepada Rasul SAW dapat dijadikan sumber informasi yang berharga mengenai karakteristik nabi terakhir itu. Walaupun demikian, layaknya produk budaya, sumber itu dapat saja mengandung unsur subjektivitas pengarang, kelemahan mausiawi dan bias budaya. Oleh karena itu, gambaran mengenai karakteristik beliau akan lebih aman jika mengandalkan nash karena bersumber dari Dia yang paling Maha Mengetahui. Tabel berikut menyajikan daftar 17 karakteristik Rasul SAW dalam cahaya nash, yang mencakup gambaran mengenai misi, akhlak dan maqam (kedudukan spiritual) beliau. Karakteristik terakhir ini perlu direspon Umat secara memadai dengan cara mentaati ajarannya, meneladani akhlaknya, serta bersalawat kepadanya: shalli wa sallim ‘ala khairil khalq….@

Karakteristik Rasul SAW menurut Nash

Karakteristik

Nash

1.     Penutup para Nabi “…dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi….” (Al-Ahzab:40)
2.     Diutus bagi seluruh manusia Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kalian semua. (Al-A’raf:158)
3.     Rahmat bagi seluruh alam “Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (Al-Anbiya’:107)
4.     Beprilaku lembut “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka… “(Al-‘Imran:159)
5.     Tidak mengucapkan kecuali wahyu “Dan tidaklah yang diucapkannya itu (al-Quran) menurut keinginannya. Tidak lain (itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (An-Najm:3)
6.     Allah Bersumpah atas namanya (Allah Berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).” (Al-Hijr:72)
7.     Dilarang memanggil tanpa penghormatan “Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).” (An-Nur:63)
8.     Allah dan malaikat bersalawat “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab:56)
9.     Bergelar nama-Nya, penyanfun dan penyayang (rauf-rahim) “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”. (At-Taubah:128). “Sungguh, Tuhan-mu Maha Pengasih, Maha Penyayang” (An-Nahl:7)
10.   Berbudi pekerti luhur “Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.” (Al-Qalam:4)
11.   Teladan terbaik “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat” (Al-Ahzab:21)
12.   Taat kepada Rasul SAW=Taat kepada-Nya “Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah.” (An-Nisa’:80)
13.   Saksi para nabi di hari kiamat “Dan bagaimanakah jika Kami Mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami Mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.” (An-Nisa:41)
14.   Bekedudukan tertinggi “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu Mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’:79)
15.   Keberadaannya menahan azab menyeluruh “Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (Al-Anfal:23)
16.   Jaminan karunia yang memuaskan “Dan sungguh, kelak Tuhan-mu pasti Memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.” (Adh-Dhuha:5)
17.   Kecintaan kepada Umat “Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.” (Asy-Syuara’:3). “Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.” (Fathir:8)

Sumber: Google, Karya Sech Abdul Aziz Rifa’i, Al-Isra 84

[1] https://www.youtube.com/watch?v=qJLy8T5BZEs

[2] https://www.youtube.com/watch?v=Z43XGFZ0TRA

[3] https://www.youtube.com/watch?v=ccuinnElnSs

[4] https://www.youtube.com/watch?v=fF-3tCiXkoc

[5] https://www.youtube.com/watch?v=iDKtd9h66y8