Bangunlah Hatinya!


Pagi ini (hari tasyrik ke-3) penulis sempat mendengarkan lantunan lagu Indonesia Raya dari suatu siaran TV nasional. Sempat ‘tergetar’: terbayang peran besar lagu ini dalam proses pembangunan kesadaran berbangsa bagi warga kawasan nusantara ini (termasuk Malaysia dan Brunei?) Lagu ini ‘mengedepankan’ jiwa ketimbang badan: ‘Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya!”. Tiba-tiba terbetik, bagaimana dengan Hati?

Kambing Berbulu Serigala

Istilah Hati dalam tulisan adalah terjemahan dari Ruh atau ‘Aql (Arab) atau Spirit atau Intellect (Inggris). Hati dalam arti salah satu unsur pembentuk manusia diakui keberadaannya oleh semua peradaban, sebelum era modern. Sejak era Jung, makna Hati diredusir menjadi identik dengan Jiwa dalam berbagai manifestasinya: pikiran (mind, reason), imajinasi, sentimen, ingatan, kehendak. Semua ini berbeda secara kategoris dengan Hati.

Reduksi makna Hati ini oleh Jung, bagi William Stoddarrt dalam bukunya Remembering in a World of Forgetting[1] (2008:46), merupakan kesalahan mendasar para ahli psikologi dengan dampak yang luar biasa, tak terkirakan:

Kesalahan fundamental dari para ahli psikologi adalah kegagalan mereka untuk membedakan antara jiwa dan Roh, dan menghilangkan sepenuhnya keberadaan Roh mereka. Dalam stu jurus langkah ini menghilangkan kapasitas untuk objektivitas dan, dengan cara yang sama, untuk spiritualitas. Kekacauan dan kerusakan yang diakibatkan oleh kebutaan yang fatal dan anti-Platonis ini tidak dapat dihitung.

The fundamental error of psychologist is their failure to distinguish between soul and Spirit, and completely their “abolition” of Spirit. At one stroke this abolishes the capacity for objectivity and, by the same token, for spirituality. This chaos and damage resulting from this fatal and anti-Platonic blindness are incalculable.

Mengenai pernyataan ini Stoddarrt menambahkan catatan kaki yang layak direnungkan:

“Jung tidak seperti Freud sering bersikap ramah pada agama. Ini adalah contoh klasik dari ‘serigala berbulu domba”

“Jung unlike Freud is often to be friendly to religion. This is a classic example of ‘a wolf in sheep’s clothing”.)

Struktur Lahir-Batin Manusia

Tetapi apa itu Hati? Yang agaknya pasti kita ‘merasakan” perbedaan antara tiga istilah ini: Badan (tubuh), Jiwa dan Hati (Ruh). Ketiganya membentuk struktur lahir-batin manusia secara vertikal. Ketiga istilah ini diakrabi oleh para cendekiawan dalam peradaban Latin maupun Yunani: ‘

  • Hati (Ruh): Spirit-Intellect (Inggris), Spiritus-Intellectus (Latin), Pnema-Nous (Yunani) dan Ruh (Arab).
  • Jiwa: soul (Inggris), anima (Latin), psyche (Yunani), nafs (Arab).
  • Badan (tubuh): body (Inggris), corpus (Latin), soma (Yunani), jism (Arab).

Istilah-istilah di atas dikutip dari Stoddardt (ibid: 46). “Celakanya’, dua istilah terakhir rancu dalam kesadaran kolektif manusia modern. Kerancuan itu terlihat, misalnya, dalam Kamus Macmillan yang mendefinisikan intelek (intellect) sebagai “kemampuan untuk berpikir dengan cara yang cerdas dan untuk memahami ide dan subyek yang sulit atau rumit” (“the ability to think in an intelligent way and to understand difficult or complicated ideas and subjects“).  Definisi ini melihat intelek sebagai salah fungsi jiwa yaitu pikiran (mind). Ini berbeda dengan cara pandang filsuf perennial seperti Schuon, misalnya, yang melihat intelek sebagai “cermin supra-masuk akal sekaligus dalam dirinya sendiri cahaya supranatural” (“at once mirror of supra-sensible and in itself supernatural ray of light“).

Membangun Hati Bangsa?

Pertanyaannya, apakah Hati Bangsa Indonesia perlu dibangun? Ini pertanyaan berat yang di luar kapasitas penulis untuk menjawabnya. Penulis hanya ‘merasakan” relevansi pertanyaan ini untuk negara-bangsa yang akan segera merayakan Ultahnya yang ke-75 ini. Dirgahayu RI! Dasar pikiran, dua sila pertama Pancasila dan masih maraknya dekadensi moral dalam berbagai manifestasinya termasuk (terutama?) korupsi oleh para pejabat publik.

Wallahualam.… @

[1] Editan Mateus Soares de Azevedo dan Alberto Vasconcellos Queiroz, terbitan World Wisdom.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.