2020: Refleksi


2020 akan berlalu dalam hitungan jam. Ini waktu yang tepat untuk membuat semacam refleksi. Pada level individu refleksi dapat dibuat secara subyektif menurut selera dan kemampuan kita masing-masing. Pada level kolektif yang menyangkut  warga planet Bumi secara keseluruhan, refleksi tentu membutuhkan sedikit acuan obyektif. Tulisan ini menyajikan refleksi kolektif yang dimaksud. 

Tiga Kegagalan Global

Agaknya sukar mengabaikan fakta bahwa kita sepanjang tahun 2020 ini secara global mengalami tiga macam kegagalan atau situasi yang tidak dikehendaki:

  • resesi ekonomi terburuk sejak Depresi Hebat 1930-an karena Covid-19, 
  • kerapnya bencana alam yang sebagian disebabkan oleh perubahan cuaca sehingga oleh Dunia Geospasial disebut ‘the worst year in terms of climate change’, dan 
  • menurut laporan PBB (Desember), tidak ada satu target pun dalam SDG 2020 yang tercapai. 

Terkait yang pertama, WHO mendeklarasikan 2020 sebagai Tahun Perawat dan Bidan (“Year of the Nurse and Midwife”). Argumen WHO,

Nurses and midwives play a vital role in providing health services. These are the people who devote their lives to caring for mothers and children; giving lifesaving immunizations and health advice; looking after older people and generally meeting everyday essential health needs. They are often, the first and only point of care in their communities. The world needs 9 million more nurses and midwives if it is to achieve universal health coverage by 2030.

Peran perawat dan bidan sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Inilah orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk merawat ibu dan anak; memberikan imunisasi yang menyelamatkan nyawa dan nasihat kesehatan; merawat orang tua dan umumnya memenuhi kebutuhan kesehatan esensial sehari-hari. Mereka sering kali menjadi titik perhatian pertama dan satu-satunya di komunitas mereka. Dunia membutuhkan 9 juta lebih perawat dan bidan jika ingin mencapai cakupan kesehatan universal pada tahun 2030.

Terkait dengan yang kedua, PBB-FAO menyebut 2020 sebagai Tahun Kesehatan Tumbuhan Internasional (International Year of Plant Health”). Argumennya, tumbuhan membentuk 80 persen dari makanan yang kita makan. Namun mereka terus-menerus diserang hama dan penyakit, yang menghancurkan 20 hingga 40 persen tanaman pangan setiap tahun. Ini ada kaitannya dengan Perubahan Iklim:

Climate change and human actions have altered ecosystems and created new niches where plant pests and diseases can thrive…. When combatting pests and diseases, farmers should adopt, and policymakers should encourage the use of, environmentally friendly methods such as integrated pest management.

Perubahan iklim dan tindakan manusia telah mengubah ekosistem dan menciptakan relung baru di mana hama dan penyakit tanaman dapat berkembang biak… Saat memerangi hama dan penyakit, petani harus mengadopsi, dan pembuat kebijakan harus mendorong penggunaan metode ramah lingkungan seperti pengelolaan hama terpadu.

Tahun Covid-19

Bagi masyarakat umum agaknya lebih mudah mengingat 2020 sebagai tahun Covid-19. Alasannya sederhana: pandemi Covid-19 memaksa kehidupan abnormal yang serba sulit bahkan, bagi sebagian, untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

Hampir semua kantor, tempat usaha, sekolah, tutup atau sangat dibatasi. Akibatnya, kegiatan ekonomi dan ketenagakerjaan menyurut. Di sisi lain, karena pandemi ini, bepergian dan keramaian sangat dibatasi. Akibatnya, kegiatan kongregasi keagamaan sangat dibatasi: ibadah haji bagi penduduk di luar Saudi Arab, misalnya, mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, tidak bisa diakses oleh Muslim dari luar Arab Saudi[1].

Tapi semua itu tidak seberapa dibandingkan dengan para ‘syuhada’ pandemi termasuk dari kalangan tenaga medis garda depan. Fenomena syuhada dari para tenaga medis ini memberikan rasa optimistis: masih banyak warga dunia yang memiliki profesionalitas dan keikhlasan bekerja dan terbebas dari penjara egosentris: History will be on your side!

Kapan persisnya ‘lahirnya’ pademi ini masih dalam penelitian tetapi ‘pemberian nama’ oleh WHO sudah diberikan sejak 11/2/2020. Belum satu bulan berlalu, Italia mengkarantina 16 juta atau lebih dari seperempat penduduknya karena pandemi ini (8/3/20). Sehari berikutnya karantina meliputi seluruh negeri. Kecepatan penularan menakjubkan sebagaimana terlihat dari tabel berikut.

Tren Total Kasus Terpapar Covid-19 (Global)

Bulan

Tanggal

Kasus terkonfirmasi

Keterangan

Maret

20

 

Meninggal >100,000

April

4

>1 juta

 

 

15

>2 juta

 

 

17

 

Di Eropa kasus meninggal Eropa (karena Covid-19) > 100,000.

 

27

>3 juta

(AS: >1juta)

 

May

10

>4 juta

 

 

14

 

Meninggal: >300,000

 

27

 

AS: meninggal >100,000[1]

 

31

>6 juta

 

Juni

8

>7 juta

 

 

28

>8 juta (AS: >2,5 juta)

Meninggal:  >500,000

Juli

11

>11 juta

 

 

27

>15 juta

 

Agustus

10

>20 juta

 

 

30

>25 juta

 

September

17

>30 juta

 

 

28

 

Meninggal: >1 juta

Oktober

5

>35 juta

 

 

19

>40 juta

 

November

8

>50 juta

 

 

25

>60 juta

 

Desember

4

>65 juta

 

 

17

>80 juta

 

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/2020

[1] Angka ini lebih tinggi dari gabungan angka jumlah korban warga AS dalam Perang Vietnam dan Korea.

Harap-harap Cemas

Sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi terpapar pandemic Covid-19 masih besar. Per 28/12/2020 (4.56pm, CET), menurut WHO, totalnya mencapai hampir 8 juta jiwa dan 1.8 juta di antaranya meninggal. Trennya menghawatirkan terutama di kawasan Eropa. Kekhawatiran ini diperkuat oleh dikenalinya new strain Covid-19 yang diduga lebih ganas dari varian sebelumnya. 

Tetapi ada harapan: Vaksin Covid-19 berhasil diproduksi dan diharapkan sudah akan tersedia secara global pada awal tahun depan. Catatannya, ketersediaan (availability) tidak selalu identik akses (accessibility). Masih harap-harap cemas apakah negara-negara yang terbelakang (secara ekonomi atau kapasitas governance) memilki kemampuan untuk mengakses vaksin itu. Dalam konteks ini, pesan Natal Paus layak menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Semoga.

*****

2020 menorehkan pengalaman yang mengesalkan tapi itu penting untuk kesehatan jiwa seperti kata Rumi:

If you are irritated by every rub, how will your mirror will be polished?

(Jika Anda kesal dengan setiap gesekan, bagaimana cermin Anda akan dipoles?)

Selamat tahun baru bagi yang merayakan!…. @


[1] Jamaah haji 2020 dilaporkan lebih sedikit bahkan dibandingkan jumlah jamaah di era Nabi SAW kira-kira satu-setengah milenium yang lalu. 

[2] Angka ini lebih tinggi dari gabungan angka jumlah korban warga AS dalam Perang Vietnam dan Korea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.