Ulul Albab: Istilah Qurani yang Terabaikan


Jejak Pemikiran dan Refleksi

Akal adalah salah satu kelengkapan rohaniah terbesar bagi manusia. Akal penting untuk menafsirkan suatu ajaran agama tetapi tidak memadai. Argumennya, sebagian ajaran agama bersifat supra-rasional (bukan irasional) sehingga untuk menangkap pesan moralnya dibutuhkan selain  kemampuan berfikir akliah tetapi juga kemampuan berzikir qolbiah. Istilah Ulul-Albab dalam Al-Qur’an mengacu pada orang yang memiliki dua jenis kemampuan ini.

Istilah Ulul-Albab banyak ditemukan dalam teks Suci ini sehingga pasti bermakna penting. Sayangnya, fakta tekstual ini terkesan kurang mendapat perhatian dari para ulama-cendikia kita. Tulisan INI dimaksudkan sebagai undangan untuk mendalami hal ini.

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.