Empat Jenis Fitnah: Refleksi Surat Al-Kahf


Jejak Pemikiran dan Refleksi

Kata fitnah dalam tulisan ini bermakna cobaan (ibtilaa) atau ujian (imtihan)[1]. Makna ini ditemukan antara lain dalam ayat ke-2 Surat Al’Ankabuut: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji (teks: laa yuftanuun)?” Bagi yang meyakini kebenaran Al-Qur’an, ayat ini dipahami sebagai penegasan bahwa keimanannya akan mengalami cobaan atau ujian.

Fitnah keimanan dapat mengambil berbagai bentuk termasuk lingkungan sosial yang tidak mendukung atau bahkan membahayakan seorang yang beriman untuk merealisasikan nilai-nilai keimanannya dalam kehidupan sehari-hari. Fitnah inilah yang dihadapi sekelompok pemuda penghuni gua (ashabul kahfi). Fitnah keimanan dapat juga mengambil bentuk lain termasuk: (1) kekurangan atau kelimpahan harta, (2) kemiskinan atau kekayaan ilmu, dan (3) kemiskinan atau kelimpahan kekuasaan. Jadi kita paling tidak memilki daftar yang terdiri empat jenis fitnah keimanan: lingkungan sosial, harta, ilmu dan kekuasaan. Keempat jenis fitnah ini disajikan dalam Surat Al-Kaf…

View original post 1,845 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.