Sulitnya Menghadapi Ancaman Internal

Mawas-diri diperlukan tidak hanya untuk menghadapi ancaman eksternal tetapi juga ancaman internal. Artikel ini mengundang pembaca yang budiman untuk merenungkan, bertadabbur, makna dan kompisisi dua surat pendek teks suci yang bagi penulis terkait-erat dengan dua jenis ancaman itu. Artikel ini menyimpulkan bahwa ancaman internal jauh lebih sulit menghadapinya dari pada ancaman eksternal.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik:  Pengawasan_ Intenal

Pengayaan Arti Tradisi

Penulis baru menyadari bahwa kata tradisi ternyata kaya-makna dan, lebih penting lagi, memiliki signifikasnsi keberagamaan. Dalam penggunaan sehari-hari kata ini ‘telah dikacaukan’ dan steril terhadap unsur spiritualitas dan kesucian. Redefinsi tradisi, dengan demikian, menjadi penting. Artikel ini mengelaborasi gagasan ini dengan mencermati kata tradisi dalam arti umum maupun arti khusus (Tradisi Primordial) dengan mengkaji pandangan sejumlah tokoh  yang paling berkompeten dalam bidang ini.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik:  TardisiRev1

Hubungan dengan yang Absolut

Manusia membutuhkan dua macam hubungan agar terhindar atau terselamtakan dari kehinaan: hubungan vertikal dengan yang Absolut dan hubungan horizontal dengan sesama. Putusnya hubungan vertikal, mulai bad ke 14, memicu tumbuh-kembangnya budaya serakah dengan segala kerusakan yang ditimbulakannya. Kembali terhubung dengan yang Absolut melalui ajaran tradisonal primordial mungkin satu-satunya cara yang masuk akal agar peradaban kontomprer dapat  terselamatkan.

Bagi yang beminat mengakses artikel lengkap (edit kerkini 26/10/2010) silakan klik:  DuaMacamKebutuhanRev

Melek Huruf, Melek Statistik dan Peradaban

Jika melek huruf didefinisikan sebagai kemampuan baca-tulis maka melek statistik dapat didefinsikan sebagai kemampuan ‘membaca’ informasi statistik. Melek huruf memungkinkan manusia melalukan lompatan kuantum dalam peradaban karena membuka peluang bagi masyarakat luas untuk  mengakses sumber informasi yang sebelumnya tertutup dan hanya dimiliki oleh segelintir elit. Analog dengan ini, melek statistik membuka  peluang bagi masyarakat  kontemporer untuk melakukan lompatan kuantum lebih lanjut dalam ranah peradaban. Bagi Indonesia yang tengah ‘belajar’ berdemokrasi dan membangun konsensus politik yang cerdas dan beradab, melek statistik memiliki arti strategis dan khas.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap (edit terkini: 22/4/2010) silakan klik: MelekHuruf_StatistikRev1

Do’a ketika Bercermin

Makna doa ketika bercermin ternyata sangat dalam karena mencerminkan ajaran moral mengenai hubungan positif antara sifat penciptaan dan karakter atau akhlak. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa misi Islam adalah menyempurnakan atau rektifikasi akhlak atau karakter yang didasari kebenaran metafisis sesuai ajaran Tauhid, dibimbing oleh aturan-ilahiah sesuai dengan hukum syar’i (Islam), dan memiliki platform keindahan ilahiah yang abadi sesuai ajaran Ihsan dan keteladanan Rasul yang ummi.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik: DoaBercermin