Signifikansi Keindahan dalam Ajaran dan Peradaban Islam

Istilah keindahan dalam artikel ini merupakan terjemahan bebas kata Arab husn yang menunjukkan kualitas baik dan indah. Keindahan sangat terkait dengan cinta sebagaimana terungkap dalam sabda Junjugan: “Allah itu indah dan mencintai keindahan”. Artikel ini melihat secara sepintas lalu signifikasi keindahan dalam ajaran Islam— khususnya pilar Ihsan– dan dalam peradaban Islam, khusunya bidang kesenian. Bagi yang tertarik silakan klik Cinta dan Keindahan

Mengandalkan Amal

Artikel ini menjawab pertanyaan: Apakah kita dapat mengandalkan amalan kita? Jawabannya: Kita tidak dapat—atau tidak berani untuk—mengandalkan amalan kita agar layak memenuhi undangan-Nya memasuki suraga-Nya dengan penuh sambutan dan dalam kedaaan penuh suka-cita (radiyatan mardiyyah).

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan kilik: Mengandalkan Amal

Visi, Misi dan Aktivitas Hidup

Artikel ini menyajikan rumusan visi-misi-aktivitas hidup dalam perspektif penulisanya: (1) visi: tiba dengan selamat di tempat-kepulangan dengan penuh suka-cita dan disambut baik, (2) misi: mengetahui arah-pulang yang benar, senantiasa berada dalam jalur yang benar arahnya, serta ‘memuluskan’ perjalanan-pulang, dan (3) aktivitas: menyiapkan bekal perjalanan-pulang yang relevan serta dalam jumlah yang memadai.

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik:  VisiMisi

Inteligensi, Kehendak dan Kebaikan dalam Perspektif Filsafat Perenial

Artikel singkat ini meninjau tiga istilah kunci dalam filsafat perenial yaitu inteligensi (intelligence), kehendak (the will) dan kebaikan (the virtue). Penulis merasakan kedalaman dan keluasan makna dari masing-masing istilah itu setelah membaca beberapa karya Schuon, tokoh utama aliran filsafat yang memfokuskan diri pada kebenaran yang dianggap bersifat primordial dalam arti abadi (timeless) dan universal (spaceless); abadi karena dinilai berlaku sejak dahulu sampai kini dan masa mendatang, universal karena ditemukan dalam semua tradisi semua agama dan bahkan karya seni sakral (sacred arts).

Bagi yang berminat mengakses artikel lengkap silakan klik: Intelegensi

Mengenal Pemimpin Besar Ibrahim

Ibrahim a.s adalah tokoh istimewa: ‘ditokohkan’ semua penganut agama samawi; namanya demikian sering tercantum dalam al-Qur’an. Sumber paling otoritatif—al-Qur’an— mengungkapkan secara terang-benderang bahwa beliau adalah pemimpin besar, kampiun ajaran tauhid dan bukan seorang Yahudi maupun Nasrani. Layaklah jika seorang muslim senantiasa melantunkan salawat dan salam kepadanya.

Tulisan singkat  INI diharpkan membantu upaya mengenali tokoh besar ini.