Memahami Angka Penganggur

Beberapa bulan lalu BPS mengumkan angka pengangguran Indonesia per Agustus 2020 hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Angkanya sekitar 7.1%. Ketika membaca angka ini seorang teman dari suatu kementerian mengaku tidak yakin memahami angka itu secara tepat dan mengajukan dua pertanyaan mendasar kepada penulis: “Apa artinya angka itu dan bagaimana angka itu diperoleh?” Penulis merespons secara singkat yang intinya kira-kira:

Orang yang cukup umur (15+) butuh pekerjaan. Yang terpenuhi kebutuhannya disebut bekerja. Yang tidak terpenuhi dan berupaya memperoleh pekerjaan serta bersedia bekerja, disebut pengagguran. Angka pengangguran dihitung sebagai persentase terhadap Angkatan Kerja.

Respons penanya di luar dugaan: “Antum (maksudnya ‘kamu’) tidak menjawab pertanyaan saya dan malah membuat saya lebih bingung”. Akibatnya, obrolan panjang terkait dengan isu pengangguran tidak terhindarkan. Untuk keperluan pribadi isi obrolan itu didokuemntasikan dalam bentuk tulisan sederhana. Bagi yang berminat mengaksesnya silakan klik ini.