Konversi Lahan Petanian

Tulisn ini mengilustrasikan seriusnya isu konversi lahan pertanian menjadi non-pertanian. Isu ini serius karena terkait secara langsung dengan produksi pangan– dan karenanya dengan ketahanan pengan (food security) atau mungkin lebih tepat kedaulatan  pangan (food sovereignty)–  dan secara tidak langsung dengan kualitas lingkungan hidup berupa jasa-jasa non-marketable yang disumbangkan oleh lapangan usaha pertanian. Tulisan pendek ini (sekitar 1000 kata) mencoba menjawab pertanyaan ini: “Seberapa cepat konversi lahan pertanian berlangsung dan terjadi di belahan Nusantara mana saja?”

(Lanjut)

[Kembali ke Daftar Isi]

Kemiskinan Perkotaan dan Ketahanan Pangan: Beberapa Catatan Awal

Harga minyak dan harga pangan konon merupakan isu global saat ini. Harga pangan yang konon diperparah oleh perubahan iklim ekstrim yang bersifat global pula diduga berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan masyarakat global terutama penduduk miskin yang tinggal di daerah perkotaan. Barangkali karena semangat semacam ini Badan Ketahanan Pangan menggelar workshop beberapa hari yang lalu dan penulis diminta menyajikan makalah yang relevan. Jika pembaca berminat mengakses materi penyajian penulis dalam workshop itu silakan klik: urban_poverty