Takdir Manusia

Jejak Pemikiran dan Refleksi

Takdir Manusia (Human Destiny)

Uzair Suhaimi

uzairsuhaimi.wordpress.com

Takdir manusia adalah mengetahui. Mengetahui apa? Mengetahui yang Mutlak (the Absolute) atau yang Riil (the Real), yang berbeda dengan yang relatif atau yang tidak (kurang) riil. Kemampuan membedakan itulah fungsi intelegensi; tanpa fungsi itu intelegnsi bukan apa-apa. Pengetahuan mengenai yang Mutlak menghadirkan kesadaran mengenai keberadaan pusat (sense of the center) yang dibutuhkan agar tidak tersesat atau terombang-ambing tanpa arah. Thawaf, ritual mengeliling Ka’bah, antara lain dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran ini. Pengetahuan mengenai yang Mutlak juga menghadirkan perasaan mengenai kesucian (sense of the holy) yang dibutuhkan agar tetap bermartabat sebagai manusia.

dest_3

Mengetahui Dia yang Mutlak adalah alasan hakiki keberadaan manusia. Tanpa pengetahuan itu kita tak_layak dikategorikan sebagai manusia karena tidak sesuai dengan takdir atau alasan keberadaannya. Simak dan renungkanlah hadits qudsi ini: “Aku adalah harta karun; Aku ingin dikenal maka Aku menciptakan”. Menciptakan apa?…

View original post 598 more words

Statistik dan Negara: Tinjauan Etimologis

Secara etimologís, barbicara statistik berarti berbicara mengenai negara (state). Ini berarti, asal kata statistik, atau lahirnya kata statistik, dengan satu dan lain cara, sealu terkait dengan negara. Terkaiit artinya tidak independen. Implikasinya, istilah lembaga statistik yang independen dengan pemerintah (yang mewakili negara) bertentangan dengan kata statistik itu sendiri (ditinjau dari perspektif etimiologis). Istilah yang lebin kena agaknya ini: lembaga statistik yang memiliki otonomi penuh dalam kegiatan profesionalnya mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan mendiseminiasi data statistik. Kata kuncinya, otonomi.

Soal cara bagaimana kegiatan profesional itu diselnggarakan, itu merupakan otonomi dari lembaga statistik; tidak ada pihak yang berhak mencampuri lumbaga itu, termasuk pemerintah. Tapi soal data apa yang dikumpulkan harus relevan tengan kepentingan pemerintah (yang mewakili negara). Singkatnya, lembaga statistik independen dengan pemerintah dalam tataran metodologi terapi tidak bisa dari sisi substansi.

Secara etimologis kata statistik (statistics), dengan satu dan lain cara, selalu terkait dengan negara (state). Kaitan mendasar antara keduanya itu terungkap secara padat dalam kutipan berikut ini (Sumber: https://www.etymonline.com/search?q=statistics)

statitistics (n), 1770, “science dealing with data about the condition of a state or community” [Barnhart], from German Statistik, popularized and perhaps coined by German political scientist Gottfried Aschenwall (1719-1772) in his “Vorbereitung zur Staatswissenschaft” (1748), from Modern Latin statisticum (collegium) “(lecture course on) state affairs,” from Italian statista “one skilled in statecraft,” from Latin status “a station, position, place; order, arrangement, condition,” figuratively “public order, community organization,” noun of action from past participle stem of stare “to stand” from PIE root *sta- “to stand, make or be firm.”

Dari kutipan di atas data dilihat bahwa kata statstik berasal atau terkait dengan kata atau ungkapan berikut: 

  • Statistik (Jerman), dengan huruf besar S: “sains yang berurusan dengan negara dan masyarakat” (“science dealing with data about the condition of a state or community” Barnhart (1770). Istilah ini dipopulerkan atau bahkan mungkin ditemukan oleh pakar ilmu politik Gottfried Aschenwall (1719-1772)dalam bukunya “Vorbereitung zur Staatswissenschaft” (1748).
  • statisticum (collegium) (Modern Latin): “(mata kuliah) urusan kenegaran,“(lecture course) on state affairs. 
  • statista, (Italia), “orang yang terlatih dalam urusan kenegaraan” (“one skilled in statecraft”),
  • status (Latin): staiun, posisi, tempat; tatanan, pengaturan, kondisi “a station, position, place; order, arrangement, condition,”; secara figurative ketertiban masyarakat, organisasi komunitas (figuratively “public order, community organization,”)
  • [stem of stare (Latin), kata benda aksi masa lalu: “untuk berdiri kokoh” (to stand, make be firmed).]

Dari poin pertama jelas statistik adalah sains; artinya, sesuatu berhubungan dengan apa yang diketahui, “what is known, knowledge (of something) acquired by study; information”. Ini definsi pertengahan abad ke-14. Sebagai catatan akhir, dalam ranah sains, kita tidak boleh berbicara sebelum kita ketahui:

In science you must not talk before you know. In art you must not talk before you do. In literature you must not talk before you think. [John Ruskin, “The Eagle’s Nest,” 1872]. Sumberhttps://www.etymonline.com/search?q=statistics.

 

Narasi Induk Dakwah: Penjajagan Awal

Jejak Pemikiran dan Refleksi

Jika dakwah dianggap identik dengan kegiatan pelayanan publik– dalam arti menyangkut kepentingan orang banyak– maka dakwah memerlukan semacam Rumah Cerita (Story House). Itu diperlukan untuk mamastikan materi dakwah bersifat islami (terkait secara genuine dengan ajaran Islam), bukan islamawy . Istilah terakhir ini merujuk pada pseudo atau lawan islami,  tampak luarnya saja yang islami tetapi hakikatnya tidak.

Tulisan singkat INI menyajikan upaya awal untuk mengembangkan Rumah Certa Dakwah.

View original post

Kemiskinan Perkotaan dan Ketahanan Pangan: Beberapa Catatan Awal

Jejak Pemikiran dan Refleksi

Harga minyak dan harga pangan konon merupakan isu global saat ini. Harga pangan yang konon diperparah oleh perubahan iklim ekstrim yang bersifat global pula diduga berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan masyarakat global terutama penduduk miskin yang tinggal di daerah perkotaan. Barangkali karena semangat semacam ini Badan Ketahanan Pangan menggelar workshop beberapa hari yang lalu dan penulis diminta menyajikan makalah yang relevan. Jika pembaca berminat mengakses materi penyajian penulis dalam workshop itu silakan klik: urban_poverty

View original post

2020: Refleksi

2020 akan berlalu dalam hitungan jam. Ini waktu yang tepat untuk membuat semacam refleksi. Pada level individu refleksi dapat dibuat secara subyektif menurut selera dan kemampuan kita masing-masing. Pada level kolektif yang menyangkut  warga planet Bumi secara keseluruhan, refleksi tentu membutuhkan sedikit acuan obyektif. Tulisan ini menyajikan refleksi kolektif yang dimaksud. 

Tiga Kegagalan Global

Agaknya sukar mengabaikan fakta bahwa kita sepanjang tahun 2020 ini secara global mengalami tiga macam kegagalan atau situasi yang tidak dikehendaki:

  • resesi ekonomi terburuk sejak Depresi Hebat 1930-an karena Covid-19, 
  • kerapnya bencana alam yang sebagian disebabkan oleh perubahan cuaca sehingga oleh Dunia Geospasial disebut ‘the worst year in terms of climate change’, dan 
  • menurut laporan PBB (Desember), tidak ada satu target pun dalam SDG 2020 yang tercapai. 

Terkait yang pertama, WHO mendeklarasikan 2020 sebagai Tahun Perawat dan Bidan (“Year of the Nurse and Midwife”). Argumen WHO,

Nurses and midwives play a vital role in providing health services. These are the people who devote their lives to caring for mothers and children; giving lifesaving immunizations and health advice; looking after older people and generally meeting everyday essential health needs. They are often, the first and only point of care in their communities. The world needs 9 million more nurses and midwives if it is to achieve universal health coverage by 2030.

Peran perawat dan bidan sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Inilah orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk merawat ibu dan anak; memberikan imunisasi yang menyelamatkan nyawa dan nasihat kesehatan; merawat orang tua dan umumnya memenuhi kebutuhan kesehatan esensial sehari-hari. Mereka sering kali menjadi titik perhatian pertama dan satu-satunya di komunitas mereka. Dunia membutuhkan 9 juta lebih perawat dan bidan jika ingin mencapai cakupan kesehatan universal pada tahun 2030.

Terkait dengan yang kedua, PBB-FAO menyebut 2020 sebagai Tahun Kesehatan Tumbuhan Internasional (International Year of Plant Health”). Argumennya, tumbuhan membentuk 80 persen dari makanan yang kita makan. Namun mereka terus-menerus diserang hama dan penyakit, yang menghancurkan 20 hingga 40 persen tanaman pangan setiap tahun. Ini ada kaitannya dengan Perubahan Iklim:

Climate change and human actions have altered ecosystems and created new niches where plant pests and diseases can thrive…. When combatting pests and diseases, farmers should adopt, and policymakers should encourage the use of, environmentally friendly methods such as integrated pest management.

Perubahan iklim dan tindakan manusia telah mengubah ekosistem dan menciptakan relung baru di mana hama dan penyakit tanaman dapat berkembang biak… Saat memerangi hama dan penyakit, petani harus mengadopsi, dan pembuat kebijakan harus mendorong penggunaan metode ramah lingkungan seperti pengelolaan hama terpadu.

Tahun Covid-19

Bagi masyarakat umum agaknya lebih mudah mengingat 2020 sebagai tahun Covid-19. Alasannya sederhana: pandemi Covid-19 memaksa kehidupan abnormal yang serba sulit bahkan, bagi sebagian, untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

Hampir semua kantor, tempat usaha, sekolah, tutup atau sangat dibatasi. Akibatnya, kegiatan ekonomi dan ketenagakerjaan menyurut. Di sisi lain, karena pandemi ini, bepergian dan keramaian sangat dibatasi. Akibatnya, kegiatan kongregasi keagamaan sangat dibatasi: ibadah haji bagi penduduk di luar Saudi Arab, misalnya, mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, tidak bisa diakses oleh Muslim dari luar Arab Saudi[1].

Tapi semua itu tidak seberapa dibandingkan dengan para ‘syuhada’ pandemi termasuk dari kalangan tenaga medis garda depan. Fenomena syuhada dari para tenaga medis ini memberikan rasa optimistis: masih banyak warga dunia yang memiliki profesionalitas dan keikhlasan bekerja dan terbebas dari penjara egosentris: History will be on your side!

Kapan persisnya ‘lahirnya’ pademi ini masih dalam penelitian tetapi ‘pemberian nama’ oleh WHO sudah diberikan sejak 11/2/2020. Belum satu bulan berlalu, Italia mengkarantina 16 juta atau lebih dari seperempat penduduknya karena pandemi ini (8/3/20). Sehari berikutnya karantina meliputi seluruh negeri. Kecepatan penularan menakjubkan sebagaimana terlihat dari tabel berikut.

Tren Total Kasus Terpapar Covid-19 (Global)

Bulan

Tanggal

Kasus terkonfirmasi

Keterangan

Maret

20

 

Meninggal >100,000

April

4

>1 juta

 

 

15

>2 juta

 

 

17

 

Di Eropa kasus meninggal Eropa (karena Covid-19) > 100,000.

 

27

>3 juta

(AS: >1juta)

 

May

10

>4 juta

 

 

14

 

Meninggal: >300,000

 

27

 

AS: meninggal >100,000[1]

 

31

>6 juta

 

Juni

8

>7 juta

 

 

28

>8 juta (AS: >2,5 juta)

Meninggal:  >500,000

Juli

11

>11 juta

 

 

27

>15 juta

 

Agustus

10

>20 juta

 

 

30

>25 juta

 

September

17

>30 juta

 

 

28

 

Meninggal: >1 juta

Oktober

5

>35 juta

 

 

19

>40 juta

 

November

8

>50 juta

 

 

25

>60 juta

 

Desember

4

>65 juta

 

 

17

>80 juta

 

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/2020

[1] Angka ini lebih tinggi dari gabungan angka jumlah korban warga AS dalam Perang Vietnam dan Korea.

Harap-harap Cemas

Sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi terpapar pandemic Covid-19 masih besar. Per 28/12/2020 (4.56pm, CET), menurut WHO, totalnya mencapai hampir 8 juta jiwa dan 1.8 juta di antaranya meninggal. Trennya menghawatirkan terutama di kawasan Eropa. Kekhawatiran ini diperkuat oleh dikenalinya new strain Covid-19 yang diduga lebih ganas dari varian sebelumnya. 

Tetapi ada harapan: Vaksin Covid-19 berhasil diproduksi dan diharapkan sudah akan tersedia secara global pada awal tahun depan. Catatannya, ketersediaan (availability) tidak selalu identik akses (accessibility). Masih harap-harap cemas apakah negara-negara yang terbelakang (secara ekonomi atau kapasitas governance) memilki kemampuan untuk mengakses vaksin itu. Dalam konteks ini, pesan Natal Paus layak menjadi perhatian para pengambil kebijakan. Semoga.

*****

2020 menorehkan pengalaman yang mengesalkan tapi itu penting untuk kesehatan jiwa seperti kata Rumi:

If you are irritated by every rub, how will your mirror will be polished?

(Jika Anda kesal dengan setiap gesekan, bagaimana cermin Anda akan dipoles?)

Selamat tahun baru bagi yang merayakan!…. @


[1] Jamaah haji 2020 dilaporkan lebih sedikit bahkan dibandingkan jumlah jamaah di era Nabi SAW kira-kira satu-setengah milenium yang lalu. 

[2] Angka ini lebih tinggi dari gabungan angka jumlah korban warga AS dalam Perang Vietnam dan Korea.